
Pembantaian enam jenderal satu perwira.
Enam jam dalam satu malam.
Mati di lubang tak berguna.
Tak ada dalam perang mahabarata bahkan di sejarah dunia.
Hanya di sejarah indonesia
“Mata Luka Sengkon Karta” (Peri Sandi Huizche)
Sudahlah, peristiwa ini jangan diperpanjang hanya “kekejamannya” saja, seakan mereka yang paling berdosa seakan mereka yang paling tak bertuhan keluar dan keturunannya hilang masa depannya, dikucilkan, dianggap hina dan lain sebagainya.
6 jendral satu perwira
Padahal mereka hanya korban penghasutan, korban ketidakadilan di zamannya, dn.aidit sendiri sebenarnya malah guru ngaji, adiknya Murad Aidit bergelar haji, ditangkap dengan dalih PKI dipenjara 16 tahun beserta istri dan anak yang dikandungnya, yang dipelajari dan di sekolah hanya pembunuhan “6 jendral satu perwira”tapi apakah diajarkan di sekolah hampir sejuta orang dibunuh secara sadis di seluruh Indonesia apakah filmnya juga ada?, padahal pelaku hanyalah elit-elit PKI saja keturunannya ditandai ktp-nya dan sebagainya. Sudahlah kita peringati saja jangan menjadi nasionalis mencela semena-mena , padahal tak tahu sejarah sebenarnya,
keturunannya juga butuh pengakuan hidup, butuh masa depan yang diperjuangkan dan keturunannya sekarang malah beragama semua , karena sejarah ditulis oleh pemenang.
bahkan setelah ditemukan dokumen rahasia Amerika Serikat berisi fakta baru tentang pembunuhan massal atau genosida PKI yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, pemerintah masih bersih kukuh dengan statement “tak akan merubah sejarah” sebagaimana diketahui banyak orang, fakta bahwa itu hanya konfrontasi antara tentara Nasional Indonesia (TNI) yang pada masa itu dengan golongan PKI, dibuktikan dengan dokumen yang berisi TNI meminta bantuan persenjataan dari Amerika Serikat untuk melenyapkan PKI,
“dalam telegram tanggal 26 November 1965 dari staf kedutaan besar di Surabaya kepada kementerian luar negeri Amerika Serikat, tercatat bahwa hansip atau petugas keamanan sipil di Kediri di persenjatai untuk menghadapi tertuduh komunis”.
“Itu tindakan spontan masyarakat kalau TNI membiayai, biayanya dari mana saat itu semuanya Dalam keadaan susah” Wuryanto.
Ketua pemuda Muhammadiyah dahnil anzar Simanjuntak menyebut setiap pihak sepatutnya tidak berkilah pada fakta sejarah baru di seputar peristiwa 1965. Muhammadiyah, 1 dari 2 ormas Islam terbesar di Indonesia selain Nahdlatul ulama turut disebut dalam satu dokumen rahasia Amerika Serikat.
“Fakta itu jadi pembelajaran, jadi tidak perlu ditutupi apalagi ada penyangkalan itu tidak perlu selama dapat dipertanggungjawabkan secara akademik tidak masalah,” ujar Dunhill.
Sudah sepatutnya kita juga melihat sejarah dari banyak Sisi bukan satu sisi saja. Bahkan dokumenter PKI dan buku-bukunya yang selain versi pemerintah dilenyapkan dihanguskan dan lain sebagainya, Jadi bagaimana kita bersikap?
Ponorogo, 30 september 2022
